football

BARCELONA VS REAL MADRID

FRIKSI yang selalu terjadi pada setiap pertemuan Barcelona dan Real Madrid akan mencapai puncaknya saat leg 2 semifinal Liga Champions, di Estadio Camp Nou. Sayang, berkunjung ke stadion angker yang sudah memberi rasa tak nyaman bagi tim tamu, termasuk El Real yang dibabat lima gol tanpa balas, 29 November tahun lalu, Los Blancos harus mengalami ‘degradasi’.
Paling tidak, dari sisi manapun, kondisi peraih sembilan trofi Liga Champions tersebut terbilang buruk. Tak heran, melihat apa yang terjadi dalam sepekan, Los Galacticos berada dalam kondisi keropos luar dalam.
Dari sisi permainan misalnya, mereka masih terlihat sangat sulit menerabas aliran bola musuh. Tidak hanya itu, mereka juga tidak akan ditemani tiga persona penting, yakni Pepe, Sergio Ramos dan pelatih Jose Mourinho!. Tak heran, meski masih punya Cristiano Ronaldo, dewi fortuna menjadi hal yang paling dibutuhkan tim tamu.
Faktor keberuntungan itu pula yang kemungkinan paling diharapkan. Segunung spekulasi seperti memainkan trio Gonzalo Higuain, Karim Benzema dan Kaka, adalah solusi tercepat untuk menuai kemenangan. Jika tak nekad, Real Madrid harus bersiap mengucapkan selamat tinggal, bahkan bisa lebih menderita lagi.
Maklum, sepanjang pertemuan di Camp Nou, Barcelona terlalu superior dengan raihan 47 kemenangan, 18 kalah dan 16 berakhir seri. Total pertempuan El Clasico, 86 untuk Madrid, 83 bagi Barcelona dan sisanya, 43 berakhir seri.
Fakta lain, Barcelona punya catatan bagus, yakni hanya dua kali gagal dari 32 partai saat menang di leg 1 di ajang Eropa. Di dalamnya termasuk enam kemenangan yang berakhir 2-0 di leg 1. Madrid sendiri punya catatan butuk, yakni hanya sekali bisa lolos dari lima partai saat mereka kalah di leg 1.
Di babak semifinal. Barcelona mencatat lima menang dan kalah enam partai, sedangkan Madrid dalam sejarah partisipasi di Liga Champions, mengoleksi 12 menang, 9 kalah. “Kami harus benar- benar bekerja keras, tak boleh lembek seperti leg 1. Messi memang bermain bagus, namun jelas akan lebih mudah bukan jika bermain melawan 10 pemain. Saya berharap punya kesempatan sekali saja bersua mereka dengan 10 pemain,” sebut Ronaldo, yang melukiskan betapa sulitnya menundukkan Barcelona dalam formasi lengkap. Ia sendiri belum menyerah dengan kondisi yang ada. CR7 percaya, segalanya masih bisa terjadi dalam sepakbola.
Sikap lebih rendah diperlihatkan Lionel Messi. Sang Messidona menganggap sosok Jose Mourinho adalah orang paling sempurna untuk Real Madrid, sementara Ronaldo tipikal pemain yang bisa berkreasi lebih bagi kubu tim ibukota itu. ‘Tapi mereka tetap harus bekerja keras menemukan solusi, jika tidak, kami siap melengkapi kemenangan ini,” cetus Messi, di Sport.es.

Catatan karier di semifinal
Barcelona;

2009/10 FC Internazionale Milano: 1-3 (a), 1-0 (h)
2008/09 Chelsea FC: 0-0 (h), 1-1 (a)
2007/08 Manchester United FC: 0-0 (h), 0-1 (a)
2005/06 AC Milan: 1-0 (a), 0-0 (h)
2001/02 Real Madrid CF: 0-2 (h), 1-1 (a)
1999/2000 Valencia CF: 1-4 (a), 2-1 (h)
1993/94 FC Porto: 3-0 (h)
1985/86 IFK Göteborg: 0-3 (a), 3-0 (h, 5-4 pens)
1974/75 Leeds United AFC: 1-2 (a), 1-1 (h)
1960/61 Hamburger SV: 1-0 (h), 1-2 (a), 1-0 (replay)
1959/60 Real Madrid CF: 1-3 (a), 1-3 (h)

Real Madrid:
2002/03 Juventus: 2-1 (h), 1-3 (a)
2001/02 FC Barcelona: 2-0 (a), 1-1 (h)
2000/01 FC Bayern München: 0-1 (h), 1-2 (a)
1999/2000 FC Bayern München: 2-0 (h), 1-2 (a)
1997/98 Borussia Dortmund: 2-0 (h), 0-0 (a)
1988/89 AC Milan: 1-1 (h), 0-5 (a)
1987/88 PSV Eindhoven: 1-1 (h), 0-0 (a)
1986/87 FC Bayern München: 1-4 (a), 1-0 (h)
1980/81 FC Internazionale Milano: 2-0 (h), 0-1 (a)
1979/80 Hamburger SV: 2-0 (h), 1-5 (a)
1975/76 FC Bayern München: 1-1 (h), 0-2 (a)
1972/73 AFC Ajax: 1-2 (a), 0-1 (h)
1967/68 Manchester United FC: 0-1 (a), 3-3 (h)
1965/66 FC Internazionale Milano: 1-0 (h), 1-1 (a)
1963/64 FC Zürich: 2-1 (a), 6-0 (h)
1961/62 R. Standard de Liège: 4-0 (h), 2-0 (a)
1959/60 FC Barcelona: 3-1 (h), 3-1 (a)
1958/59 Club Atlético de Madrid: 2-1 (h), 0-1 (a), 2-1 (n)
1957/58 Vasas SC: 4-0 (h), 0-2 (a)
1956/57 Manchester United FC: 3-1 (h), 2-2 (a)
1955/56 AC Milan: 4-2 (h), 1-2 (a)

Perihal cariajasendiri
rahasia pribadi

Sebuah Tanggapan untuk football

  1. apriany arioka mengatakan:

    hehe barca menang pas leg ke.2 . bagus.bagus! gak suka liat CR sombong sih :b

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.